Jadwal Kampanye Membingungkan
Wednesday, 18 March 2009
JAKARTA (SINDO) Meskipun masa kampanye terbuka telah memasuki hari ketiga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih melakukan perubahan jadwal kampanye partai politik (parpol).

Mantan anggota KPU Valina Singka Subekti menilai kinerja KPU terkait perubahan jadwal kampanye hingga tiga kali di awal masa kampanye jelas membingungkan parpol peserta pemilu dan konstituen parpol bersangkutan.Menurut dia, seharusnya KPU lebih profesional dan akurat dalam setiap penetapan dan pengaturan tahap pemilu.

”Sangat naif jika gagal membuat jadwal kampanye sehingga harus diubah-ubah. Padahal, kan nada waktu yang panjang untuk membuat jadwal kampanye,” ujarnya menanggapi perubahan jadwal kampanye yang dibuat oleh KPU tersebut. Sekadar diketahui, awalnya KPU telah membuat jadwal kampanye pada 31 Januari lalu.

Namun, jadwal itu diubah dengan tertanggal 6 Februari. Jadwal tersebut telah disosialisasikan dan dijadikan dasar penempatan juru kampanye nasional masing-masing parpol. Kemudian, karena alasan teknis, jadwal kampanye tersebut diubah lagi pada Jumat (13/3) atau tiga hari menjelang deklarasi kampanye damai.

Setelah dilihat,ternyata di jadwal tersebut terdapat kesalahan teknis, karena PDIP hanya mendapatkan jadwal kampanye satu kali di Bali, Partai Damai Sejahtera mendapatkan jatah tiga kali kampanye di Bali, dan Partai Buruh mendapatkan jatah satu kali kampanye di Bali. Padahal, sesuai rancangan, setiap parpol mempunyai jatah kampanye dua hari di setiap provinsi.

Menurut Valina, perubahan jadwal yang berkali-kali akan memengaruhi kredibilitas KPU. Dikhawatirkan, jika kinerja KPU terus menuai kritik akan memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat saat pemungutan suara.

Hari ini KPU mengagendakan sinkronisasi jadwal kampanye karena terdapat beberapa parpol yang hanya mendapat satu kali kampanye dalam satu provinsi. Berdasarkan aturan yang dibuat KPU,setiapparpolberhakmelakukan dua kali kampanye di setiap provinsi. ”Besok (hari ini) akan diselesaikan, akan disinkronkan jadwal kampanye.

Infonya ada kesalahan teknis di pokja,” kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary seusai sosialisasi pada organisasi kesehatan di salah satu hotel di Jakarta kemarin. Hafiz mengakui kesalahan teknis jadwal kampanye karena masih ada parpol yang hanya kampanye satu kali di suatu provinsi, sedangkan ada parpol lain yang kampanye tiga kali. Menurut Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow, perubahan jadwal membuktikan KPU tidak siap melaksanakan kampanye terbuka.

”KPU tidak profesional, mengatur jadwal kampanye saja tidak beres,” tandasnya. Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wirdyaningsih menerangkan, Bawaslu memang sedang mencari tahu bagaimana perubahan jadwal tersebut bisa terjadi. ”Kita sedang cari tahu, katanya masalah teknis. Tapi jelasnya bagaimana, kita juga belum mengetahuinya,” ungkapnya.

Dia juga akan melihat apakah banyak parpol yang keberatan dengan perubahan jadwal tersebut.Kemudian, jika keberatan apa solusi yang akan dimunculkan KPU. Yang perlu diperhatikan dengan adanya perubahan jadwal tersebut adalah koordinasi antara KPU dan parpol.

Wirdyaningsih menambahkan, dengan perubahan jadwal kampanye tersebut, diharapkan tidak mengganggu proses kampanye parpol peserta pemilu.”Yang penting perubahan ini jangan sampai mengganggiu tahapan lainnya,”katanya. (kholil)(seputar-indonesia.com)
Berita 18 Mar 2009
Rumah Masa Depan Umat Islam & Semua Golongan........Rumah Masa Depan Umat Islam & Semua Golongan........Rumah Masa Depan Umat Islam & Semua Golongan........Rumah Masa Depan Umat Islam & Semua Golongan........Rumah Masa Depan Umat Islam & Semua Golongan

Home   |   Tentang PBR   |   Agenda   |   Kegiatan   |   Publikasi   |   Kontak Kami

Copyright  2008 www.PBR.or.id. WSM All rights reserved.