Logistik Terancam Molor
Wednesday, 18 March 2009
JAKARTA (SINDO) Distribusi logistik Pemilu 2009, terutama surat suara ke sejumlah daerah, terancam molor dari target sebelumnya 19 Maret 2009.

Hal itu disebabkan ketidaksiapan perusahaan pemenang tender logistik untuk mendistribusikan surat suara pengganti atau tambahan akibat perubahan daftar pemilih tetap (DPT). Padahal, target pengiriman logistik tinggal sehari lagi.

Kepala Biro Logistik KPU Boradi mengaku tidak semua perusahaan siap menuntaskan distribusi surat suara pada 19 Maret 2009. ”Ada yang bisa, ada yang tidak,” tegas Boradi di Gedung KPU,Jakarta, kemarin. Namun, Boradi enggan menjelaskan lebih detail perusahaan mana saja yang sanggup dan yang tidak mendistribusikan surat suara.

Dia juga enggan menyebutkan sanksi yang akan diberikan pada perusahaan yang tidak sanggup menyelesaikan distribusi surat suara. Boradi mengatakan, surat suara rusak mencapai 2.000.000 lembar, sedangkan penambahan surat suara mencapai 3.000.000 lembar. Secara total, Pemilu 2009 membutuhkan sekitar 700 juta lembar surat suara.

Distribusi surat suara sebenarnya sudah molor dari target KPU.Sebab, sebelumnya KPU menargetkan pengiriman surat suara sudah selesai pada 9 Maret 2009.Namun karena kondisi geografis beberapa daerah yang sulit dijangkau dan banyaknya surat suara rusak,KPU mengundurkan target hingga 19 Maret 2009.

Sesuai Pasal 12 ayat 1 Peraturan KPU No 3/2009 disebutkan, perlengkapan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS sudah harus berada di KPU kabupaten/kota paling lambat 21 hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara. Sementara pemungutan suara digelar pada 9 April 2009.

Dengan begitu, surat suara dan perlengkapan pemilu yang lain harus sampai di KPU kabupaten/ kota pada 19 Maret 2009. KPU tidak bisa lagi mengundurkan distribusi logistik ini.Padahal, perusahaan rekanan KPU yang berjumlah 10 konsorsium harus kembali mencetak surat suara yang jumlahnya mencapai jutaan lembar itu.

Sebab,perusahaan itu harus mengganti surat suara.Selain itu,perusahaan pencetakan juga harus menambah jumlah surat suara akibat perubahan DPT yang mencapai 196.775 orang. Untuk kepentingan ini,perusahaan hanya memiliki waktu kurang dari dua hari sebelum 19 Maret 2009.

Padahal selain mencetak, perusahaan itu juga harus mendistribusikannya ke daerah- daerah di seluruh Indonesia. Dengan batas waktu yang hanya tinggal dua hari, kemungkinan molornya distribusi surat suara semakin tinggi. Jika hal ini terjadi,kemungkinan mundurnya tahapan pemilu selanjutnya juga terbuka luas, termasuk pengunduran pemungutan suara.

Menanggapi hal ini,Ketua KPUAbdul HafizAnshary menyatakan pihaknya sudah memerintahkan perusahaan pemenang tender untuk mencetak lagi surat suara pengganti dan tambahan. ”Hari ini rencananya pencetakan sudah mulai dilakukan,”paparnya.

Sementara itu salah satu perusahaan percetakan pemenang tender, PT Ganeca Exact,menyatakan sanggup memenuhi keinginan KPU tersebut. Pimpinan PT Ganeca Exact Basuni mengatakan, hari ini pihaknya akan mulai mencetak surat suara pengganti dan tambahan.

Diperkirakan,ujar dia,pada 19 Maret 2009 pagi,semua surat suara tambahan dan pengganti sudah bisa didistribusikan. ”Distribusinya pakai pesawat sehingga cepat. Kami prediksi tanggal 19 Maret,sore surat suara sudah sampai,” ujarnya. Dia menambahkan, Ganeca akan mencetak surat suara pengganti dan tambahan antara 5.000 hingga 10.000 lembar. (kholil) (seputar-indonesia.com)
Berita 18 Mar 2009
Rumah Masa Depan Umat Islam & Semua Golongan........Rumah Masa Depan Umat Islam & Semua Golongan........Rumah Masa Depan Umat Islam & Semua Golongan........Rumah Masa Depan Umat Islam & Semua Golongan........Rumah Masa Depan Umat Islam & Semua Golongan

Home   |   Tentang PBR   |   Agenda   |   Kegiatan   |   Publikasi   |   Kontak Kami

Copyright  2008 www.PBR.or.id. WSM All rights reserved.